DEKLARASI “PAKU NASDEM”

DEKLARASI PEMBENTUKAN 
PAGUYUBAN KONSTITUEN PARTAI NASDEM
(PAKU NASDEM) KABUPATEN BOGOR
Bahwa di dalam sistim ketatanegaraan, Partai Politik termasuk Partai NasDem mempunyai peran sebagai lembaga penghubung (intermediaty), antara konstituen (rakyat) dengan pemerintah, baik pemerintah daerah kabupaten/kota/provinsi maupun pemerintah pusat. Dengan perannya itu, maka setiap Partai idealnya berfungsi sebagai :
  1. Sarana untuk edukasi agar rakyat sebagai “pemilik kedaulatan” mempunyai kesadaran berpolitik;
  2. Sarana komunikasi politik, antara partai yang diwakili oleh Anggota Dewan (DPRD Kab/Kota/Provinsi dan DPR RI) dengan rakyat yang menjadi konstituennya;
  3. Sarana pembuatan kebijakan (policy) pemerintah,
  4. Serta sebagai sarana menampung dan memperjuangkan aspirasi rakyat.
Bahwa berdasarkan komunikasi kami dengan berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Bogor, dapat kami simpulkan, secara umum masyarakat berpendapat, Partai Politik belum melaksanakan fungsinya dengan baik. Hal ini ditandasi dengan beberapa hal :
  • Masyarakat pada umumnya merasa hanya diperlukan menjelang dilaksanakannya Pileg yang berlangsung 5 (lima) tahun sekali;
  • Masyarakat pada umumnya tidak memiliki ikatan emosional dengan Partai dan Calon Legislatif yang dipiihnya, dan demikian pula sebaliknya. Akibatnya, aspirasi rakyat tidak tersalurkan sebagaimana seharusnya;
  • Mmasyarakat pada umumnya tidak mengetahui secara pasti, latar belakang, motivasi, apa yang akan diperbuat untuk kepentingan rakyat, dan komitmennya ketika menjadi Anggota Dewan. Disisi yang lain, sebagian besar rakyat juga tidak begitu peduli dengan kapasitas dan kapabilitas Calon Legislatif di segala tingkatan yang akan dipilihnya;
  • Masyarakat pada umumnya tidak mengetahui apa saja tugas-tugas Anggota Dewan dan kinerjanya ketika menjabat.
Yang rakyat tahu adalah, Anggota Dewan sebagian besar hanya 3D (datang,duduk, duit), mementingkan diri pribadi dan kelompoknya, serta bersikap korup;
Bahwa berdasarkan kondisi realitas tersebut di atas, masyarakat dalam menentukan Calon Legislatif terbagi dalam 2 (dua) kelompok.
  • Pertama, masyarakat yang bersikap “pragmatis” yakni pilihannya dengan cara transaksional.
  • Kedua masyarakat yang bersikap “apatis” yakni tidak ikut memilih (Golput).
Bahwa Partai NasDem, adalah Partai yang baru pertama kali mengikuti Pemilu Legislatif Tahun 2014 dengan perolehan suara Nasional sebesar 6,72 %. Pada Pileg 2014 tersebut, untuk Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor, PartaiNasDem hanya mampu mengantarkan 3 (tiga) orang Anggota DPRD Kabupaten yang berasal dari 3 (tiga) Daerah Pemilihan. Sedangkan untuk DPRD Provinsi Jawa Barat dan DPR RI, Partai NasDem belum dapat mengantarkan Wakilnya.
Bahwa Ketua Umum Partai NasDem, Bapak Surya Paloh telah menetapkan target perolehan suara Partai NasDem pada Pemilu Legislatif masuk dalam 3 (tiga) besar, Khusus untuk Kabupaten Bogor,ditargetkan Partai NasDem dapat memperoleh 12 Kursi DPRD Kabupaten, 2 Kursi DPRD Provinsi, dan 2 Kursi DPR RI.
Jumlah pemilih Kabupaten Bogor pada Pemilu Serentak tahun 2019 sebanyak 3,4 juta meningkat 0,2 juta (6 %) dibanding pemilu tahun 2014. Dengan memperhatikan : (a). perolehan suara Partai NasDem Kabupaten Bogor pada Pemilu Legislatif tahun 2014, (b). jumlah partai peserta Pemilu 2019 sebanyak 16 Partai (bertambah 4 Partai dibanding Pemilihan Legislatif tahun 2014), (c). jumlah Daftar Pemilih Tetap tahun 2109 sebanyak 3,4 juta orang. Dengan asumsi tingkat partisipasi masyarakat sebesar 75% maka perolehan minimal suara Partai NasDem untuk mencapai target 12.2.2 sebagai berikut:
  • DPRD Kabupaten Bogor 12 Kursi masing-masing Dapil 2 Kursi, maka perolehan minimal suara Dapil I = 57.000 suara, Dapil II = 58.000 suara, Dapil III = 50.000 suara, Dapil IV = 60.000 suara, Dapil V = 43.000 suara, dan Dapil VI = 50.000 suara
  • DPRD Provinsi Jawa Barat 2 Kursi, maka perolehan suara minimal sebesar = 340.000 suara
  • DPR RI 2 Kursi, maka perolehan suara minimal 360.000 suara
Bahwa dengan memperhatikan kondisi realitas masyarakat sebagaimana tersebut di atas, dan target yang harus dicapai Partai NasDem pada Pemilu Legislatif 2019, maka :
Pada hari ini, Rabu, tanggal 3 Oktober 2018 bertempat di Komplek Pertanian Jalan Kecubung Raya Nomor 3 Desa Ragajaya, Kecamatan Bojoggede, Kabupaten Bogor, kami yang bertanda-tangan di bawah ini, degan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, bersepakat membentuk:
“Paguyuban Konstituen Partai NasDem (PAKU NASDEM) Kabupaten Bogor”
Visi:
Mewujudkan solidaritas dan loyalitas Konstituen Partai NasDem di wilayah Kabupaten Bogor
Misi:
Mensosialisikan Visi dan Misi Partai NasDem dan Kebijakan Strategis Ketua Umum Partai NasDem, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Jawa Barat, dan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Bogor;
Menjalin silaturakhim antar anggota Paguyuban, dan antar Anggota Dewan (DPRD Kab/Kota/Provinsi dan DPR RI) dengan konstituen yang tergabung dalam Paguyuban;
Melaksanakan kegiatan sosial bagi dan untuk Anggota Paguyuban;
Menampung dan menyampaikan aspirasi konstituen kepada Anggota Dewan (DPRD Kab/Kota/Provinsi dan DPR RI) untuk dapat diperjuangkan menjadi kebijakan pemerintah sesuai dengan ruang lingkup permasalahannya;
Meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan “Reses” yang dilakukan Anggota Dewan (DPRD Kab/Kota/Provinsi dan DPR RI);
Meningkatkan eksistensi Aggota Dewan ((DPRD Kab/Kota/Provinsi dan DPR RI) hasil Pemilu Legislatif tahun 2019.
Meningkatkan jumlah Konstituen Partai NasDem pada Pemilu Legislatif tahun 2019, dan mendorong para Konstituen tersebut degan suka rela mau bergabung dalam Paguyuban Konstituen Partai NasDem Kabupaten Bogor;
Anggota Paguyuban:
Anggota Partai NasDem yang berdomisi dan ber-KTP di wilayah Kabupaten Bogor;
Masyarakat umum bukan Anggota Partai NasDem, berdomisili dan ber-KTP di wilayah Kabupaten Bogor, dan pada Pemilu Legislatif tahun 2019 akan memilih Partai dan/atau Calon Legislatif Partai NasDem.
Susunan Organisasi:
Dengan mempertimbangkan bahwa Paguyuban Konstituen Partai NasDem Kabupaten Bogor harus segera melaksanakan tugasnya, terutama yang terkait dengan misi: “Meningkatkan jumlah Konstituen Partai NasDem pada Pemilu Legislatif tahun 2019, dan mendorong para Konstituen tersebut degan suka rela mau bergabung dalam Paguyuban Konstituen Partai NasDem Kabupaten Bogor”, kami sepakat menetapkan:
Ketua PAKU NasDem Kabupaten Bogor
Sapto Satrio Mulyo
Sekretaris
Agus Pranoto,S.Sos
Koordinator Wilayah 1
Lukman Hakim, SE
Koordinator Wilayah 2
Muharram, SE
Koordinator Wilayah 3
Syamsul Bahri
Koordinator Wilayah 4
Erwan Irawan
Koordinator Wilayah 5
Andi Ahmadi, S.Pd
Koordinator Wilayah 6
Ibrohim
Ketua dan Sekretaris diberikan “mandat penuh” untuk membentuk dan menetapkan Susunan Organisasi yang lebih detail, serta menetapkan berbagai kebijakan yang bersifat strategis dan taktis yang dipandang perlu.
Bogor, 3 Oktober 2019
Sapto Satrio Mulyo
Agus Pranoto, S.Sos
Lukman Hakim, SE
Muharram, SE
Syamsul Bahri
Erwan Irawan
Andi Ahmadi, S.Pd
Ibrohim

Press Release
Beberapa orang Kader Partai NasDem yang juga menjadi Calon Legislatif DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten Bogor, mendeklarasikan “Paguyuban Konstituen Partai NasDem (PAKU NASDEM) Kebupaten Bogor” pada hari Rabu, 3 Oktoebr 2108.
Pembentukan paguyuban tersebut, bermula dari tawaran Sapto Satrio Mulyo, Caleg DPR RI Nomor Urut 8 Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor), kepada Agus Pranoto, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat Nomor Urut 4 Dapil Jawa Barat VI (Kabupaten) Bogor, untuk mengadakan “kerjasama tandem di dunia maya” dengan berbagai konsep website.
Namun, Agus Pranoto menyodorkan ide cemerlangnya untuk membentuk Paguyuban Konstituen Partai NasDem. Menurutnya, dari hasil beranjangsana dengan berbagai kalangan masyarakat, diketahui bahwa masyarakat merasa, hanya diperlukan menjelang dilaksanakannya Pileg, tetapi masyarakat tidak memiliki ikatan emosional dengan Partai dan/atau Calon Legislatif yang dipilihnya, demikian pula sebaliknya.
Akibatnya, aspirasi rakyat tidak tersalurkan sebagaimana seharusnya. Kondisi inilah yang membuat dirinya merasa prihatin. Untuk itu, dirasa perlu adanya “paguyuban konstituen”. Setelah melalui diskusi panjang, serta mengundang para Caleg DPRD Kabupaten Bogor di setiap Dapil, yakni Lukman Hakim (Dapil I), Muharram (Dapil II), Syamsul Bahri (Dapil III), Erwan Irawan (Dapil IV), Andi Achmadi (Dapil V), dan Ibrohim (Dapil VI), disepakati paguyuban tersebut disingkat “PAKU NASDEM”.
“PAKU NASDEM” mengandung filosofi, sebuah komitrmen yang kuat, yang dilambangkan sebuah “PAKU” yang tidak tergoyahkan, sedangkan NasDem adalah Partai yang memilki komitmen bersih dari aspek transaksional. Sehingga interaksi yang akan dilahirkan oleh “PAKU NASDEM”, merupakan Panji Ketetapan Hati untuk melahirkan “Politisi Negarawan, bukan “Politisi Ploitikus”.
Dengan berbasis internet, calon konstituen dapat mendaftar secara online, dan kemudian mereka memiliki ruang diskusi terbuka terbatas (yang dapat dibaca hanya oleh para konstituen dan para wakil rakyat yang sudah terdaftar sebagai anggota PAKU NASDEM).
Para deklalator PAKU NASDEM berharap, kelak Paguyuban ini dapat menjadi “Pilot Project” yang dapat diterapkan secara Nasional.
Berangkat dari catatan kami
  • Masyarakat pada umumnya merasa hanya diperlukan menjelang dilaksanakannya Pileg yang berlangsung 5 (lima) tahun sekali;
  • Masyarakat pada umumnya tidak memiliki ikatan emosional dengan Partai dan Calon Legislatif yang dipilihnya, demikian pula sebaliknya. Akibatnya, aspirasi rakyat tidak tersalurkan sebagaimana seharusnya;
Maka deklarasi “Paku Nasdem” merupakan jawabannya.
Area lampiran